Di tengah-tengah era kontemporer, banyak pihak menilai bahwa bisnis properti menunjukkan tanda-tanda kemerosotan. Memang, jika kita bertanya kepada para pelaku bisnis properti, mulai dari penjual, pembeli, hingga investor, jawaban yang kerap terdengar adalah bahwa kondisi properti saat ini “lesu”. Namun, apa maknanya bagi calon investor?
Mengapa Investasi Properti Saat Ini Lesu?
Sebuah fakta yang tak bisa dielakkan adalah bahwa properti memiliki siklus yang berkaitan erat dengan kondisi ekonomi global dan lokal. Ketika ekonomi sedang tak menentu atau mengalami penurunan, tentu hal ini akan berimbas pada daya beli masyarakat.
Akibatnya, permintaan terhadap properti mengalami penurunan, sedangkan suplai properti yang telah dibangun saat kondisi ekonomi baik baru selesai saat ekonomi lesu. Ini menciptakan ketidakseimbangan di pasaran.
Mengambil Keuntungan dari Pasar Pembeli
Saat properti mengalami kemerosotan, kondisi ini sering disebut sebagai “Buyer Market”. Ini berarti harga properti cenderung ditentukan oleh pembeli. Dalam kondisi seperti ini, investor cerdas melihat peluang emas. Mereka memahami bahwa inilah saat yang tepat untuk membeli properti dengan harga yang lebih rendah.
Bahkan, banyak investor yang membeli properti bukan semata-mata untuk dijual kembali, tetapi untuk mendapatkan pendapatan pasif dari properti tersebut. Sebagai contoh, membeli properti dengan harga murah dan memanfaatkannya sebagai lokasi bisnis, seperti minimarket atau waralaba, dapat menghasilkan pendapatan tetap yang stabil.
Pendekatan Investasi Jangka Panjang
Hal yang perlu ditekankan adalah bahwa investor properti biasanya memiliki pandangan jangka panjang. Mereka melihat potensi pendapatan pasif dan pertumbuhan nilai properti di masa depan. Jadi, meskipun harga properti mungkin mengalami fluktuasi, investor properti yang fokus pada pendapatan pasif tetap dapat memperoleh keuntungan.
Tidak hanya itu, investor properti juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mengakses pembiayaan dengan bunga rendah. Dalam kondisi ekonomi yang lesu, banyak bank dan lembaga keuangan lainnya yang mencari nasabah. Ini memberikan kesempatan bagi investor untuk mendapatkan pembiayaan dengan syarat yang lebih menguntungkan.
Kesimpulan
Meski banyak yang beranggapan bahwa pasar properti saat ini sedang mengalami kemerosotan, namun ini justru bisa menjadi peluang emas bagi investor yang memiliki strategi jangka panjang. Ketika banyak orang melihat kelesuan pasar sebagai hambatan, investor cerdas melihatnya sebagai kesempatan.
Kemampuan untuk memahami dinamika pasar, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat sesuai dengan kondisi saat ini, menjadi kunci sukses berinvestasi di era kontemporer. Penting bagi investor, baik pemula maupun yang berpengalaman, untuk memahami dinamika pasar dan selalu siap menyesuaikan strategi investasi mereka sesuai dengan kondisi saat ini.
Sebagai kesimpulan, meski bisnis properti mungkin sedang lesu, namun ini justru bisa menjadi momen yang tepat untuk berinvestasi dengan resiko yang lebih minimal dan potensi keuntungan jangka panjang yang menjanjikan.







